Teatrikal PUNAKAWAN

Teatrikal Punakawan mensosialisasikan tata tertib sekolah

T A R H I B Ramadhan 1433 H

Aksi kegembiraan menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1433 H

Bisnisday Ramadhan 1433 H

Jualan ta'jil. Hasil penjualan diberikan semua untuk membantu warga muslim Rohingya.

Teng Dung

Aksi membangunkan warga sekitar sekolah untuk segera bersiap makan sahur

Aksi Hari Anak Sedunia

Pembelajaran outdoor kelas V pelajaran PKn. Menyeru hentikan kekerasan terhadap anak

Senin, 14 November 2011

Membangun kharakter dengan bahasa ibu



Selama dua hari Sabtu-Ahad pekan lalu, SD Juara Semarang mengadakan pelatihan guru dengan mengambil topik Bahasa Ibu. Selain guru SD Juara, kegiatan ini juga diikuti 9 sekolah yang lain, yaitu; Harapan Bunda, Nurul Iman, Yaa Bunayya, Bina Insani, SAA Arridho, TK Khalifah, TK Al Mawaddah, Nurussunnah, dan TK Islam Bhakti. Total semua peserta 47 guru.


Pelatihan yang diselenggarakan di gedung Pusdiklat BKK Jalan Supriyadi No. 37 tersebut  mendatangkan mentor yang juga penulis buku Bahasa Ibu, ibu Ir. Septriana Murdiani.

Sebelum pelatihan terlebih dahulu bu Septri diminta mengisi Parenting School orangtua siswa SD Juara. Acara rutin bulanan yang bertujuan memberikan pemahaman kepada orangtua tentang bagaimana mendidik anak yang benar.


Dengan metode kooperatif learning yang diterapkan membuat para peserta semua antusias dan aktif mengikuti pelatihan.

Pelatihan ini diselenggarakan dengan tujuan memberikan pemahaman sekaligus latihan praktek menggunakan bahasa yang efektif digunakan dalam pembelajaran di kelas.

Pembelajaran sehari hari dikelas jika tidak menggunakan bahasa ibu bisa menjadi sebuah proeses yang mendatangkan kejenuhan semata. Sulit terjadi transformasi nilai atau kharakter manakala dalam proses pembelajaran terjadi block komunikasi. Akhirnya sang guru bagai berbcara di padang safana sedangkan anak seperti botol kosong yang berlubang bagian bawahnya. Sehingga hampir-hampir tidah ada satu nilaipun yang terserap dalam diri siswa. Hal inilah pula yang selama ini membuat generasi pelajar kita kehilangan kharakter positifnya.

Selasa, 08 November 2011

Dari Infaq Superqurban hingga 'Emak Ingin Naik Haji'

Dalam rangka napak tilas kehidupan Ibrahim a.s. SD Juara Semarang menggelar berbagai kegiatan. 

Pertama, infaq Superqurban untuk Somalia. Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari program koin cinta untuk Somalia yang dilaksanakan Oktober lalu. Alhamdulillah dari kegiatan ini terkumpul uang sebesar Rp. 1.200.000,- yang bisa dikonversi menjadi 1 ekor kambing Superqurban. Penyerahan secara simbolik dilaksanakan berbarengan dengan kegiatan kedua.



Kedua, Manasik Haji dilaksanakan hari Jumat, 04 November 2011. Dengan pakaian seadanya, dan perlengkapan hasil pinjaman, kegiatan ini sukses diadakan diikuti 89 siswa dan diliput 2 media, yaitu; Warta Jateng, dan Harian Semarang.



Ketiga, Ifthar Jama'i Shaum Arofah. Berdasarkan surat pemberitahuan dari yayasan tentang himbauan shaum Arofah, sekolah mengadakan ifthar jama'i shaum Arofah pada hari Sabtu, tanggal 05 November 2011 yang diikuti 20 siswa, 10 orangtua, dan 10 amil Rumah Zakat.




Keempat, Teatrikal kisah keluarga Ibrahim a.s. yang dilaksanakan hari Senin, 07 November 2011 oleh klub drama dan disutradarai oleh ibu Yulifia Kurnia Putri (Sutradara). Walaupun singkat namun cukup jelas dan berkesan.


Di hari yang sama setelah teatrikal siswa diajak menonton film 'Emak Ingin Naik Haji' (EINH). Film ini berhasil men-sugesti beberapa siswa hingga bercucuran air mata. Setelah nonton bareng EINH semua siswa termasuk guru dan orangtua makan bareng daging qurban 2 ekor kambing dari donatur Rumah Zakat.

Semoga Allah menerima seluruh amal kami di Idul Adha tahun ini dan memberi kekuatan untuk istiqomah meneladani keluarga Ibrahim Khalilullah a.s....Aminnn 

Selasa, 01 November 2011

Duet Super (Tim Rombeng & Punakawan) di Teatrikal Superqurban


Bertempat di Jalan Pemuda Semarang tim musik rombeng SD Juara Semarang turut menyemarakkan aksi teatrikal Superqurban yang digelar Rumah Zakat (RZ) Cabang Semarang.
 
Tidak tanggung-tanggung, pagi itu RZ juga menurunkan empat tokoh pewayangan yang sangat dikenal oleh masyarakat Semarang dan sekitarnya. 


Pak Yasin (PKS Kesiswaan) sepulang aksi berbinar-binar bercerita kalau aksi tadi diliput banyak media cetak maupun TV walaupun beliau belum hafal dari mana saja mereka berasal. “Kita tunggu saja besok liputannya”, selorohnya.



Selesai aksi siswa SD Juara diantar kembali ke sekolah dengan menggunakan mobil bak terbuka yang sudah diberi prototipe kornet dalam ukuran raksasa. Lumayan, bisa sekalian promosi karena jarak antara Jalan Pemuda dengan SD Juara lumayan jauh dan melintasi beberapa jalan protokol kota Semarang.