Teatrikal PUNAKAWAN

Teatrikal Punakawan mensosialisasikan tata tertib sekolah

T A R H I B Ramadhan 1433 H

Aksi kegembiraan menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1433 H

Bisnisday Ramadhan 1433 H

Jualan ta'jil. Hasil penjualan diberikan semua untuk membantu warga muslim Rohingya.

Teng Dung

Aksi membangunkan warga sekitar sekolah untuk segera bersiap makan sahur

Aksi Hari Anak Sedunia

Pembelajaran outdoor kelas V pelajaran PKn. Menyeru hentikan kekerasan terhadap anak

Jumat, 12 Oktober 2012

(disini) Semua siswa JUARA

Di awal berdiri banyak yang bertanya mengapa dinamakan Sekolah Juara? Apa filosofinya?
Setelah membaca berbagai referensi dan juga dokumen lembaga saya mulai mantab menjawab karena disini kami berprinsip bahwa semua siswa adalah JUARA. Seandainya dibuat rangking maka semua siswa akan berada pada rangking I.

 
Di tahun kedua (tahun ajaran 2011-2012) yang lalu apa yang menjadi prinsip dan keyakinan kami itu mulai tampak jadi kenyataan. Dalam setahun hampir 20 piala digondol leh siswa dari berbagai cabang perlombaan yang diikuti. Jujur sebenarnya kami belum memiliki target muluk terhadap perolehan kejuaraan dalam lomba. Yang kami lakukan hanya mencoba menemukan potensi yang ada pada siswa dan menfasilitasi tumbuh kembang potensi tersebut. Salah satu nya adalah dengan menfasilitasi keikutsertaan dalam lomba.


Di tahun yang sama di penghujung akhir tahun kami sepakat setiap senin pagi ada pemberian reward kepada anak. Ini juga dalam rangka memberikan dorongan dan penguatan kepada anak untuk memunculkan potensinya. Reward diberikan bukan karena prestasi akademik tapi karena kebiasaan baik yang menonjol dan kuat terlihat pada siswa. Contoh reward yang kami beri nama reward kebasaan unik adalah seperti; suka membantu, merapikan sandal, rajin menabung, semangat dalam belajar, dan lain-lain.


Bahkan saya berikrar bagaimanapun caranya sebisa mungkin setiap siswa sebelum lulus dan lepas dari sekolah juara harus memiliki minimal satu piala. Ini bermaksud agar mereka memiliki kenangan manis selama belajar di Sekolah Juara dengan itu akan menjadi pendorong semangat mereka di masa selanjutnya. Dan saya rasa hal itu sangat mungkin terjadi. Seandainya tidak event yang mampu mengeksplorasi potensi siswa maka kami sendiri yang akan mengadakan event sehingga semua siswa bisa tereksplor potensinya. Sehingga Sekolah Juara tidak sekedar nama tapi juga benar-benar bisa menjadi pencetak para juara dalam berbagai bidang atau minat masing-masing.


Rabu, 10 Oktober 2012

Fieldtrip: "Menyusuri jejak para Wali"



Ditulis oleh Diah Anggraini (guru kelas V)
Hari Rabu, 3 Oktober 2012 lalu, siswa kelas 5 mengadakan proses pembelajaran di luar kelas yakni berkunjung di Masjid Agung Jawa Tengah. Sebenarnya ini bukan yang pertama kali siswa belajar di luar kelas, kami sering mengadakan kegiatan field trip secara bersama serempak semua kelas. Namun, untuk kegiatan di MAJT ini hanya diikuti oleh kelas 5 yang berkaitan dengan pelajaran IPS tentang sejarah kebudayaan Islam di Indonesia. 



Kami mengunjungi Menara dan Museum sejarah Islam di MAJT. Sebelum mengunjungi museum, siswa masuk menara lantai 18 paling atas dan melihat pemandangan kota Semarang dari atas menara. Siswa sangat senang berada di menara dan sebagian siswa ada yang melihat dari teropong. Kemudian siswa menuju obyek utama yang akan dikunjungi yaitu Museum yang berada di lantai 2 dan 3 di bagian Menara.


Museum MAJT cocok dan pas dijadikan obyek pembelajaran di kelas 5 karena di museum tersebut terdapat benda-benda bersejarah peninggalan kerajaan-kerajaan Islam sehingga siswa dapat memahami sejarah kerajaan Islam di Indonesia secara langsung dengan mengamati benda-benda di museum tersebut. Sambil mengamati, para siswa juga antusias mencatat informasi penting bersejarah di dalam museum.



Kegiatan ini didampingi oleh dua guru yaitu Bu Diah Anggraini (Wali Kelas 5 ) dan Bu Tri Nurmala Dewi (LSU). Kegiatan fieldtrip ini juga melibatkan bapak Kepala Sekolah kita yaitu Pak Joko Kristiyanto sebagai driver siswa putra dan Pak Hadi orang tua siswa dari Rizki Nurma kelas 5 sebagai driver siswa putri yang mengantarkan siswa ke Masjid Agung Semarang.


Kegiatan fieldtrip berlangsung selama kurang lebih 2 jam. Akhir dari pembelajaran siswa menuliskan refleksi pada lembar kerja siswa outing class yang memuat evaluasi dari kegiatan tersebut.