Teatrikal PUNAKAWAN

Teatrikal Punakawan mensosialisasikan tata tertib sekolah

T A R H I B Ramadhan 1433 H

Aksi kegembiraan menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1433 H

Bisnisday Ramadhan 1433 H

Jualan ta'jil. Hasil penjualan diberikan semua untuk membantu warga muslim Rohingya.

Teng Dung

Aksi membangunkan warga sekitar sekolah untuk segera bersiap makan sahur

Aksi Hari Anak Sedunia

Pembelajaran outdoor kelas V pelajaran PKn. Menyeru hentikan kekerasan terhadap anak

Kamis, 25 Juli 2013

Kecil-kecil Juara Jualan

Beberapa kali ramadhan, SD Juara Semarang selalu mengadakan Bussines Day special Ramadhan. Biasanya siswa berjualan takjil di Jalan Pahlawan berjibaku dengan para penjual lain dari kalangan remaja dan mahasiswa.

Bussines day adalah program rutin bulanan yang diadakan untuk menfasilitasi tumbuhnya jiwa enterpreneurship siswa juara.

Di Ramadhan kali ini, sekolah juga mengadakan bussiness day. Bedanya, pangsa pasar (konsumen) untuk Ramadhan kali ini adalah warga masyarakat dilingkungan sekitar sekolah dengan radius maksimal satu kilometer. Tujuannya agar siswa lebih dekat dengan masyarakat sekitar sekolah, dan semakin menguatkan eksistensi Sekolah Juara di mata masyarakat

Selain nilai-nilai sosial dan mental yang tangguh yang hendak ditumbuhkan dan dibangun dalam diri siswa, sisi ekonominya pun menjadi bagian yang tidak terpisahkan yakni, bagaimana dari setiap transaksi mereka mendapatkan keuntungan dari hasil penjualan barang dagangannya.


Jenis barang dagangan yang dijual berupa menu takjil diantaranya; kolak, teh manis, es buah, setup (sejenis kolak), tahu bakso, gorengan, dan buah-buahan. Semuanya hasil olahan atau racikan orang tua siswa itu sendiri. Demikian juga sumber dana atau modal orang tua sendiri yang mengeluarkan. Sekolah hanya memfasilitasi berupa pendampingan dan memberikan ‘rambu-rambu’ makanan - minuman yang diproduksi harus sehat dan bergizi.

Orang tua sangat antusias mendukung kegiatan ini. Semangat jiwa entrepreneurship benar-benar muncul ketika siswa mulai terjun ke lapangan. Dari hasil monitoring guru pendamping, tiap siswa memiliki teknik marketing sendiri-sendiri. Alhasil semua barang dagangan habis terbeli.

Kegiatan bussines day di awali dengan pengkondisian, pemberian arahan dari guru pendamping dan tak kalah pentingnya berdo’a kepada Dzat pemberi rizki, Alloh SWT. Selanjutnya setiap siswa dibagi menjadi beberapa kelompok, tiap kelompok terdiri dari dua siswa, kemudian disebar sesuai arah mata angin yang sudah ditentukan panitia.





Dalam prakteknya banyak kejadian yang dialami siswa diantaranya; ada pengendara mobil pribadi berhenti (semula tidak berniat membeli), kemudian oleh dua orang siswa ditawari untuk membeli barang dagangannya (takjil).  Pengendara tersebut tidak menolak, malah merogok kantong (ambil dompet) untuk membeli takjil. Beliau mengambil 4 bungkus takjil (masing-masing 2 bks) dari 2 orang siswa seharga Rp. 8.000,- dan membayar dengan uang tunai pecahan Rp.50.000,- si penjual (siswa) kebingungan karena tidak punya uang kembalian. Melihat siswa gelagapan karena kebingungan, sang pengendara tadi langsung mengatakan “ya sudah, kalau tidak ada kembaliannya buat kalian berdua saja” kata siswa menirukan.



Di gang yang berbeda juga ada cerita yang menarik, dimana ada penjual menu untuk berbuka puasa membeli dagangan siswa dengan penuh belas kasihan “ke sini nak, sini ibu beli. Ibu kasihan sama kalian kecil-kecil kok udah jualan”. Setelah siswa pergi, guru pendampingnya menghampiri dan bertanya “Bu, tadi beli makanan dari anak-anak ya? Kenapa ibu beli? Khan ibu sendiri sedang berjualan barang yang sama?”. “Saya kasihan, anak-anak tadi jualan mungkin supaya dapat uang jajan”, jawab si ibu dengan polosnya.

Dahsyatnya, dalam hitungan setengah jam semua barang dagangan yang dijajakan oleh siswa sudah habis terjual. Sekembalinya dari berjualan satu sama lain menceritakan pengalamannya. Banyak diantara mereka yang berkata, “Besok jualan lagi ya pak!”. Para guru hanya bisa tersenyum pertanda mengiyakan.

Kegiatan tersebut akan menjadi pengalaman hidup yang tidak akan terlupakan di benak para siswa. Model pendidikan seperti inilah yang diterapkan di SD Juara Semarang dan seyogyanya juga diterapkan di sekolah lain. Yaitu pendidikan yang lebih banyak memberikan pengalaman hidup dibandingkan dengan hafalan-hafalan ‘abstrak’ yang tidak di relevan dengan realitas kehidupan. Sekolah harus bisa menjadi problem solver bukan sebaliknya malah jadi source of difficulty. 

SD JUARA! BELAJARKU UNTUK MASA DEPANKU
 

Minggu, 21 Juli 2013

Siwa SD Juara bak Raja & Ratu

Ditulis oleh Zainal el Bughuri


SD Juara Semarang-Senin, 15 Juli 2013. Mengawali tahun ajaran baru 2013/2014 SD Juara Semarang menyelenggarakan kegiatan Masa Orientasi Siswa (MOS) khusus bagi siswa baru kelas satu. Kegiatan ini berlangsung selama 3 hari (Senin-Rabu) dengan beragam kegiatan yang sudah disiapkan oleh panitia. Mulai dari penyambutan, upacara pembukaan, drama Islami, pengenalan model pendekatan pembelajaran, demo kegiatan ekskul sampai dengan pengenalan lingkungan sekolah.


Walaupun tahun ini pelaksanaannya berbarengan dengan pelaksanaan ibadah puasa Romadhon, tidak mengurangi semangat kami untuk tetap menyelenggarakan kegiatan MOS tersebut. Karena kami memiliki tujuan agar siswa masuk di hari-hari pertama itu dalam keadaan alfa; nyaman, senang, riang dan gembira sehingga setiap siswa memiliki motivasi yang tinggi untuk berangkat dan belajar di sekolah kedepannya.

Hari pertama, Kegiatan MOS diawali dengan penyambutan (welcomer’s) oleh seluruh guru SD Juara di pintu gerbang masuk area sekolah. Yang menarik, semua guru menggunakan accessories kerajaan (Jubah, Mahkota, Tongkat kebesaran). Sedangkan siswa dibuatkan replika mahkota. Setiap siswa yang baru datang disambut bak raja dan ratu, dianugerahi mahkota kerajaan dengan model kreasi yang unik dan menarik hasil desain guru. Jumlahnya pun tidak tanggung-tanggung yakni sebanyak 150 mahkota kerajaan. Tujuannya apa? Kami ingin menghargai dan memaknai setiap siswa yang hadir adalah raja dan ratu yang begitu dicintai oleh semua guru tanpa kecuali. 

Tentu tidak hanya sekedar menyematkan mahkota saja yang dilakukan pada saat penyambutan, budaya 3S (senyum, salam dan sapa) menjadi standar layanan kami. Bahkan ditambahkan dengan kalimat positif dan motivasi yang dituangkan pada mahkota yang mereka kenakan. Dan hasilnya Alhamdulillah, siswa merasa senang, gembira merasa dihargai dan merasakan keakraban yang luar biasa dengan guru-gurunya. 
Acara dilanjutkan dengan upacara pembukaan yang dilaksanakan di halaman sekolah yang diwarnai dengan pelepasan balon udara yang berwarna-warni sebagai simbol keberagaman  potensi dan cita-cita siswa. Di terbangkan ke atas setinggi mungkin menginterpretasikan setiap siswa wajib memiliki cita-cita yang tinggi. Dan dalam satu ikatan, melambangkan kebersamaan dalam perbedaan untuk mencapai satu tujuan yaitu menjadi siswa JUARA DUNIA AKHIRAT.
Hari kedua, kegiatan diisi dengan penyambutan di pagi hari oleh perwakilan guru (petugas welcomer’s). Kemudian dilanjutkan dengan pembiasaan ibadah shalat dluha, dzikir, asmaul husna, do’a dan alma’tsurat bagi seluruh siswa. Setelah itu dilanjutkan dengan Tahsin, tahfizh Quran (TTQ).

Kegiatan tersebut diatas rutin dilakukan di awal jam pembelajaran di SD Juara Semarang. Selama romadhon ditambah lagi kegiatan keislamannya berupa khataman (tilawah quran berjama’ah). 

Demo ekskul juga mewarnai kegiatan MOS di hari kedua. Mulai dari, MIPATEK, PRAMUKA, BELADIRI, JURNALIS, FUTSAL, MELUKIS/MEWARNAI, HANDYCRAFT  sampai dengan RE-BAND-A.

Hari Ketiga, MOS diisi dengan kegiatan bersih lingkungan sebagai upaya memelihara kelestarian lingkungan yang sudah menjadi program terpadu antara sekolah dengan masyarakat setempat. 
Demikianlah kegiatan MOS  yang kami laksanakan sebagai implementasi Multiple Intelligences (MI) yang menjadi ruh pembelajaran di SD Juara Semarang.

SD JUARA! BELAJARKU UNTUK MASA DEPANKU